Polresta Cilacap | Polsek Majenang Polresta Cilacap bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kebakaran lahan milik warga di Dusun Klapanunggal RT 005 RW 004, Desa Bener, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Minggu (13/9/2026).
Setelah menerima laporan, personel Polsek Majenang bersama Camat Majenang, Koramil Majenang, BPBD, Damkar Majenang dan warga segera bergerak menuju titik asap. Petugas kemudian melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menentukan langkah penanganan agar api tidak semakin meluas.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah membakar lahan yang dipenuhi daun, batang kering dan rumput liar. Kobaran api juga merembet ke sejumlah pohon balsa dan cengkeh. Kondisi angin yang cukup kencang membuat api lebih mudah menjalar, sementara medan menuju titik kebakaran tidak dapat dijangkau kendaraan pemadam.
“Begitu mendapat informasi adanya kepulan asap, anggota langsung bergerak bersama unsur terkait menuju lokasi. Di sana api sudah membakar lahan dan merembet ke beberapa pohon, sehingga penanganan segera dilakukan bersama warga agar api tidak semakin meluas,” terang Kasi Humas Polresta Cilacap, AKP Wendi Andranu, S.T.K., S.I.K.
Karena lokasi kebakaran tidak bisa dijangkau kendaraan Damkar, proses pemadaman dilakukan menggunakan peralatan manual dan alat seadanya. Petugas, relawan serta masyarakat bersama-sama memadamkan api sekaligus melokalisir bagian lahan yang masih terbakar.
“Medannya cukup sulit karena kendaraan pemadam tidak bisa masuk sampai ke titik api. Karena itu, anggota bersama warga dan relawan melakukan pemadaman secara manual. Setelah api mulai padam, petugas kembali menyisir lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang masih menyala,” jelas Wendi.
Upaya pemadaman dan penyisiran dilakukan secara intensif hingga akhirnya kobaran api berhasil dilokalisir dan dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 20.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Berdasarkan pengecekan awal, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih delapan hektare.
Setelah api berhasil dipadamkan, personel Polsek Majenang bersama unsur terkait dan masyarakat tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api, terutama karena kondisi lahan yang kering dan masih terdapat material yang mudah terbakar.
“Untuk sementara api sudah berhasil padamkan dan lokasi masih kami pantau bersama. Kami mengantisipasi kalau ada titik api yang muncul kembali, karena kondisi lahan cukup kering dan sebelumnya angin juga cukup kencang,” ujar Wendi.
Dari hasil penanganan awal, kebakaran diduga dipengaruhi kondisi cuaca panas pada musim kemarau. Meski demikian, petugas tetap melakukan pengecekan di lokasi dan meminta keterangan untuk memastikan kondisi serta awal mula terjadinya kebakaran.
Kasi Humas Polresta Cilacap juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Lahan yang dipenuhi rumput, daun dan batang kering sangat mudah terbakar dan api dapat dengan cepat merambat ketika tertiup angin.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran di lahan, terutama saat kondisi kering seperti sekarang. Kalau melihat asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar bisa ditangani sejak awal. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat juga upaya pencegahan dilakukan supaya api tidak meluas,” pungkasnya.